Jumat, 21 Mei 2010

Waktu yang enak untuk bersantai setelah pulang kuliah karena tidak ada kegiatan lain. Saat itu, aku nonton film kisah nyata dari Jepang tahun 1939 kalau tidak salah ingat.

Film tersebut dengan peran utama seorang ANJING. Anjing yang sangat bersahabat dengan seorang manusia, Wilson namanya. Wilson adalah seorang dosen pada suatu perguruan tinggi. Wilson menemukan si-Anjing saat pulang dari kerja. Kemudian dibuatlah pamflet pemberitahuan adanya Anjing yang hilang di Stasiun. Sekian lama tidak ada yang mengambil, akhirnya Wilson merawatnya dengan sepenuh hati. Diajaknya bermain anjing tersebut, seolah anjing tersebut adalah anaknya. Setiap berangkat kerja si-Anjing mengantarkan sampai stasiun. Saat pulang pun demikian. Si-Anjing seolah-olah mengerti jadwal manusia, sebelum tuannya datang Anjing telah menunggu di Stasiun. Cintanya Anjing tesebut begitu tinggi terhadap tuannya. Sampai saat yang tak terduga pun terjadi. Tuan si Anjing meninggal dunia karena serangan jantung. Selama sisa hidup Anjing tersebut tak kenal putus asa menunggu kedatangan sang Tuan di Stasiun dimana si Anjing mengantarkan kerja. Taukah sisa umur yang dimiliki Anjing tersebut???????

Anjing tersebut mempunyai sisa umur 9 tahun setelah tuannya meninggal.

Ya SEMBILAN TAHUN!!!

SEMBILAN TAHUN MENUNGGU

Inilah yang membuat aku iri terhadap Anjing tersebut. Anjing merupakan hewan. Hewan tak dibekali akal oleh Allah. Tapi Anjing mempunyai rasa setia begitu tinggi. Menunggu tak kenal putus asa, tak mempunyai rasa kecewa, tak percaya dengan perkataan sekitarnya.

Sebagai manusia aku iri, betul-betul iri, sangat iri yang begitu dalam dengan sifat Anjing tersebut. Bagaimana tidak, dalam keadaan lapang terkadang manusia lupa akan tuannya yang memberikan dia hidup, rezeki, nikmat yang tak terkira. Bahkan ada manusia yang tak kenal tuannya yaitu Allah.

Ya Allah ampunilah setiap kesalahan yang hamba perbuat. Tariklah hamba ke jalan yang benar apabila hamba keluar dari garis orbit. Tunjukkanlah jalan yang benar, jalan yang selalu Engkau penuhi dengan cahaya surgaMu. Amin.

Iklan